Ada beberapa postingan blog yang ditulis tentang salib dan karya penebusan sempurna Yesus Kristus. Yesus Kristus mati di kayu salib demi seluruh umat manusia. Dia menanggung segala dosa dan kejahatan dunia ke atas diri-Nya. Melalui Yesus’ Pekerjaan Penebusan, oleh darah-Nya, Dia mendamaikan manusia kembali kepada Tuhan. Semua itu, yang percaya kepada-Nya, akan diselamatkan dan diperdamaikan di dalam Dia dengan Bapa dan menerima hidup yang kekal. Namun apa arti salib bagi Anda dan kehidupan Anda sehari-hari?
Artikel tentang salib
Artikel tentang salib dan Yesus’ karya penebusan bagi umat manusia tercantum di bawah ini. Jika Anda ingin membaca artikelnya, Anda dapat mengklik subjeknya.
- Persimpangan; tempat untuk mati, atau tempat berbuat dosa
Banyak orang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka, namun sering kali mereka ‘berkemah’ terlalu lama di kayu salib. Kenapa begitu? Apa yang Yesus katakan tentang salib, dan apa artinya memikul salibmu setiap hari? Dan mengapa banyak orang tetap hidup dalam dosa dan tetap menjadi ciptaan lama, bukannya menjadi ciptaan baru? Apa yang menghambat mereka??
- Pekerjaan penebusan Tuhan
Apa yang sebenarnya terjadi saat Yesus mati di kayu salib?
- Kebenaran tentang penolakan
Banyak orang merasa ditolak, tapi apa yang menimbulkan perasaan penolakan? Di seluruh Alkitab, kita membaca tentang penolakan, dan bahkan Yesus pun merasa ditolak. Bagaimana? Temukan kebenaran tentang penolakan
- Kaya karena kemiskinannya
Kita menjadi kaya karena Dia menjadi miskin, tapi apa maksudnya ini? Apa kekayaan-Nya, yang kita warisi? Apakah soal uang atau hal lainnya?
- Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya
Karya penebusan yang sempurna adalah sebuah fakta. Tidak ada apa pun dan tidak ada seorang pun yang dapat berbuat sesuatu terhadap hal ini.
- Proses menyakitkan yang dikenal dengan kematian
Apa artinya disalibkan bersama Yesus Kristus? Apa artinya menyerahkan nyawamu sendiri; dagingmu? Bagaimana Anda menyerahkan kehidupan duniawi Anda?
- Apa yang terjadi pada Jumat Agung?
Apa itu Jumat Agung, dan apa yang kita ingat?
'Jadilah garam dunia’


