Sebab jalan manusia ada di depan mata Tuhan, dan Dia merenungkan semua kejadiannya (Peribahasa 5:21)
Jalan manusia ada di depan mata Tuhan. Tuhan melihat segalanya! Tidak ada yang tersembunyi di hadapan mata Tuhan. Tuhan mengetahui setiap pikiran dan melihat setiap hati manusia. Ada banyak orang, yang berpikir bahwa Tuhan tidak melihat apa yang mereka lakukan dan tidak mengetahui apa yang ada dalam pikiran mereka.
Jika menurut Anda, Anda dapat menyembunyikan sesuatu dari Tuhan, maka kamu salah. Itu hanya membuktikan bahwa kamu tidak mengenal Tuhan, Karena Anda tidak dapat menyembunyikan apa pun dari Tuhan.
Jalan manusia ada di hadapan mata Tuhan dan Dia merenungkan segala perbuatannya
Ketika Anda pergi ke gereja pada hari Minggu dan bertindak secara religius; berdandan semuanya, bertindak saleh, bernyanyi dengan keras, sambil memuji Tuhan dengan tangan terangkat ke atas, berteriak ‘amin’ selama khotbah, sementara sisa minggu ini kamu hidup seperti dunia; menonton program, film, sabun di televisi, yang tidak sejalan dengan Firman Tuhan, menghabiskan waktu berjam-jam bermain game, praktik yoga, meditasi, perhatian, Bela diri, pergi ke klub atau bar untuk berpesta dan bersenang-senang’ waktu dll, maka kunjunganmu ke gereja tidak berarti apa-apa.
Tuhan tidak menginginkan gereja yang penuh dengan orang-orang munafik
Tuhan tidak menginginkan gereja yang penuh dengan orang-orang munafik. Satu-satunya hal yang Tuhan inginkan, adalah menjalin hubungan dengan umat-Nya. Dia ingin menjadi Bapa bagi anak-anak-Nya.
Tuhan berkenan ketika putra dan putri-Nya berbakti kepada-Nya dan meluangkan waktu bersama-Nya, dengarkan Dia dan berjalanlah sesuai dengan kehendak-Nya. Dia senang bila putra-putri-Nya memenuhi hati mereka dengan firman-Nya, Kebijaksanaannya, alih-alih mengisi dan memberi makan diri mereka sendiri dengan hal-hal dunia.
Siapa pun, yang telah menjadi putra atau putri Allah dan berjalan menurut Roh, memiliki ketajaman roh. (S)dia akan membedakan roh, apakah itu berasal dari Tuhan atau tidak. Mereka akan tahu kapan (S)dia berhadapan dengan putra atau putri Tuhan yang tulus atau dengan orang munafik.
'Jadilah garam dunia’


